• SMA NEGERI 4 BOGOR
  • Unggul dalam prestasi, berkarakter, dan berwawasan lingkungan berlandaskan IMTAK dan IPTEK

10 Adab murid Terhadap Guru Menurut Imam Al-Ghajali

Dalam proses pembelajaran, murid membutuhkan orang alim atau yang umum disebut dengan guru, ustadz, atau kiai. Murid dan orang alim perlu berinteraksi. Oleh karena itu ada adab-adab tertentu yang harus diperhatikan seorang murid terhadap gurunya sebagaimana dinasihatkan oleh Imam al-Ghazali dalam risalahnya berjdudul al-Adab fid Din dalam Majmu'ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, t.th., halaman 431) sebagai berikut:

  آداب المتعلم مع العالم: يبدؤه بالسلام ، ويقل بين يديه الكلام ، ويقوم له إذا قام ، ولا يقول له : قال فلان خلاف ما قلت ، ولا يسأل جليسه في مجلسه ، ولا يبتسم عند مخاطبته ، ولا يشير عليه بخلاف رأيه ، ولا يأخذ بثوبه إذا قام ، ولا يستفهمه عن مسألة في طريقه حتى يبلغ إلى منزله، ولا يكثر عليه عند ملله.  

Artinya, “Adab murid terhadap guru, yakni: mendahului beruluk salam, tidak banyak berbicara di depan guru, berdiri ketika guru berdiri, tidak mengatakan kepada guru, “Pendapat fulan berbeda dengan pendapat Anda”, tidak bertanya-tanya kepada teman duduknya ketika guru di dalam majelis, tidak mengumbar senyum ketika berbicara kepada guru, tidak menunjukkan secara terang-terangan karena perbedaan pendapat dengan guru, tidak menarik pakaian guru ketika berdiri, tidak menanyakan suatu masalah di tengah perjalanan hingga guru sampai di rumah, tidak banyak mengajukan pertanyaan kepada guru ketika guru sedang lelah.”  

Dari kutipan di atas dapat diuraikan kesepuluh adab murid terhadap guru sebagai berikut:

Pertama, mendahului beruluk salam. Seorang murid hendaknya mendahului beruluk salam kepada guru. Hal ini sejalan dengan hadits Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim bahwa yang kecil memberi salam kepada yang besar.

Kedua, tidak banyak berbicara di depan guru. Banyak berbicara bisa berarti merasa lebih tahu dari pada orang-orang di sekitarnya. Apa bila hal ini dilakukan di depan guru, maka bisa menimbulkan kesan seolah-seolah murid lebih tahu dari pada gurunya. Hal ini tidak baik dilakukan kecuali atas perintah guru.   

Ketiga, berdiri ketika guru berdiri. Bila guru berdiri, murid sebaiknya lekas berdiri juga. Hal ini tidak hanya penting kalau-kalau guru memerlukan bantuan sewaktu-waktu, misalnya uluran tangan agar segera bisa tegak berdiri, tetapi juga merupakan sopan santun yang terpuji. Demikian pula jika guru duduk sebaiknya murid juga duduk.  

Keempat, tidak mengatakan kepada guru, “Pendapat fulan berbeda dengan pendapat Anda.” Ketika guru memberikan suatu penjelasan yang berbeda dengan apa yang pernah dijelaskan oleh orang lain, sebaiknya murid tidak langsung menyangkal penjelasan guru. Sebaiknya murid meminta izin terlebih dahulu untuk menyampaikan pendapat orang lain yang berbeda. Jika guru berkenan, murid tentu boleh menyampaikan hal itu.   

Kelima, tidak bertanya-tanya kepada teman duduknya sewaktu guru di dalam majelis. Dalam majlis ta’lim atau kegiatan belajar mengajar di kelas, murid hendaknya bertanya kepada guru ketika ada hal yang belum jelas. Hal ini tentu lebih baik daripada bertanya kepada teman di sebelahnya. Lebih memilih bertanya kepada teman dan bukannya langsung kepada guru bisa membuat perasaan guru kurang nyaman.  

Keenam, tidak mengumbar senyum ketika berbicara kepada guru. Guru tidak sama dengan teman, dan oleh karenanya tidak bisa disetarakan dengan teman. Seorang murid harus memosisikan guru lebih tinggi dari teman sendiri sehingga ketika berbicara dengan guru tidak boleh sambil tertawa atau bersenyum yang berlebihan.  

Ketujuh, tidak menunjukkan secara terang-terangan karena perbedaan pendapat dengan guru. Bisa saja seorang murid memiliki pendapat yang berbeda dengan guru. Jika ini memang terjadi, murid tidak perlu mengungkapkannya secara terbuka sehingga diketahui orang banyak. Lebih baik murid meminta komentar sang guru tentang pendapatnya yang berbeda. Cara ini lebih sopan dari pada menunjukkan sikap kontra dengan guru di depan teman-teman.   

Kedelapan, tidak menarik pakaian guru ketika berdiri. Ketika guru hendak berdiri dari posisi duduk mungkin ia membutuhkan bantuan karena kondisinya yang sudah agak lemah. Dalam keadaan seperti ini, murid jangan sekali-kali menarik baju guru dalam rangka memberikan bantuan tenaga. Ia bisa berjongkok untuk menawarkan pundaknya sebagai tumpuan untuk berdiri; atau sesuai arahan guru.    

Kesembilan, tidak menanyakan suatu masalah di tengah perjalanan hingga guru sampai di rumah. Jika ada suatu hal yang ingin ditanyakan kepada guru, terlebih jika itu menyangkut pribadi guru, tanyakan masalah itu ketika telah sampai di rumah. Tentu saja ini berlaku terutama kalau perjalanan dengan menaiki kendaraan umum.   

Kesepuluh, tidak banyak mengajukan pertanyaan kepada guru ketika guru sedang lelah. Dalam keadaan guru sedang lelah, seorang murid hendaknya tidak mengajukan banyak pertanyaan yang membutuhkan jawaban pelik, misalnya. Dalam hal ini dikhawatirkan guru kurang berkenan menjawabnya sebab memang sedang lelah sehingga membutuhkan istirahat untuk memulihkan stamina.    Demikian kesepuluh adab murid terhadap guru sebagaimana dinasihatkan oleh Imam al-Ghazali. Jika diringkas, maka pada intinya adalah seorang murid hendaknya berlaku hormat kepada guru baik dengan sikap-sikap tertentu maupun dengan pandai-pandai menjaga lisan. Ia hendaknya tahu kapan dan bagaimana sebaiknya ia berbicara kepada guru termasuk ketika hendak mengajukan pertanyaan.

Sumber: https://islam.nu.or.id

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Hari Guru 2020

24/11/2020 18:01 - Oleh santowinardi - Dilihat 136 kali
Maulid Nabi 1442 H

29/10/2020 07:42 - Oleh santowinardi - Dilihat 165 kali
Hari Sumpah Pemuda 2020

Pelajar sebagai pemuda kita bersatu dan bangkit. Kita tidak boleh tercerai-berai. Meskipun berbeda, kita harus tetap satu, semangat persatuan harus kita pelihara dengan baik. Tanpa per

28/10/2020 10:41 - Oleh santowinardi - Dilihat 339 kali
Online Motivation

  SMAN 4 Bogor menghadirkan Online Motivation Sharing Session with Coach Arih Budi Utomo bagi kalian semua peserta didik SMAN 4 Bogor agar tetap Merawat Semangat Belajar dan Berpr

24/09/2020 13:54 - Oleh santowinardi - Dilihat 149 kali
Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 H

KELUARGA BESAR SMA NEGERI 4 BOGOR MENGUCAPKAN :  

19/08/2020 16:29 - Oleh santowinardi - Dilihat 397 kali
Hari Jadi ke 35 tahun Gudep 03.125 - 03.126

Selamat Hari Jadi ke 35 tahun Gudep 03.125 - 03.126 Darmakusumah dan Nalibrata Pangkalan SMAN 4 Bogor. Semoga semakin sukses dan semakin jaya. Dan semoga Dasa Darma Pramuka selalu terce

17/08/2020 10:01 - Oleh santowinardi - Dilihat 338 kali
Informasi Alumni yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur SBMPTN tahun 2020.

Selamat dan sukses kepada para alumni SMAN 4 Bogor yang telah berhasil diterima di Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur SBMPTN tahun 2020. Semoga ilmu yang didapat dari SMA Negeri 4 Bo

17/08/2020 09:51 - Oleh santowinardi - Dilihat 211 kali
HUT RI KE 75

Keluarga besar SMA Negeri 4 Bogor mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke 75 " 75 Tahun Indonesia Merdeka Semakin Maju "

11/08/2020 18:36 - Oleh santowinardi - Dilihat 468 kali
Adab Menuntut Ilmu Menurut Imam Syafi’i

sman4kotabogor.sch.id - Sebagai seorang Muslim, terlebih pelajar Muslim, mencari ilmu atau thalab al-’ilmi adalah suatu kewajiban. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan o

10/08/2020 07:45 - Oleh alfaqir - Dilihat 305 kali
Kegiatan kerja bakti SMAN 4 Bogor

Jum'at, 07 Agustus 2020 telah terjadi suatu kegiatan kerja bakti yang dilakukan oleh pendidik dan tenaga kependidikan SMAN 4 Bogor. Tujuannya yaitu menjaga kebersihan lingkungan sekolah

07/08/2020 14:47 - Oleh Administrator - Dilihat 251 kali